Pengguna API adalah programmer lain. Konsistensi membuat mereka tidak perlu menebak.
Bab ini membahas tiga hal: penamaan URL jamak dan kata benda, kode status 200, 201, 204, 404, 422, dan format error yang sama di semua endpoint. Bacalah berurutan, karena bagian akhir memakai hasil dari bagian awal.
Gambaran
Sebelum menulis kode, pahami dulu masalah yang ingin diselesaikan. Pada topik Kenapa API Perlu Konsisten, kesalahan yang paling sering terjadi adalah langsung mencontoh potongan kode tanpa memahami kenapa kode itu ditulis begitu. Akibatnya, saat kebutuhan sedikit berbeda, kode tersebut sulit diubah.
Kita mulai dari penamaan URL jamak dan kata benda. Bagian ini menjadi dasar untuk dua bagian berikutnya.
Contoh
Berikut contoh yang akan kita kembangkan sepanjang bab: